Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta

 
 

 

Latar Belakang Pendirian Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta

Era globalisasi dan pasar bebas membawa konsekuensi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) yang sangat pesat. Ipteks ini ibarat anak panah yang lepas dari busurnya, sehingga tidak dapat dihentikan lagi. Bahkan sekarang ini, kemajuan suatu negara akan ditengarai oleh penguasaan bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Bangsa Indonesia-pun kalau ingin sejajar dengan bangsa-bangsa yang lain, juga harus mengejar ketertinggalan dalam penguasaan bidang ini.
Usaha untuk menghadapi tantangan globalisasi, pasar bebas dan kemajuan ipteks ini, membutuhkan sumber daya manusia yang menjadi kunci bagi keberhasilan dunia usaha dalam proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya taraf pembangunan dan dunia usaha yang semakin pesat, maka jumlah tenaga yang diperlukan akan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan individu-individu atau masyarakat sebagai sumber daya yang dapat menjawab tantangan globalisasi, pasar bebas dan kemajuan ipteks secara efektif, tepat dan baik dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kepribadian dengan keutuhan jiwa dan raga, kognisi, afeksi serta konasi. Kepribadian merupakan kesatuan yang dinamis antara jiwa dan raga pada individu, yang mempunyai sifat unik dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya (Allport, dalam Cahyani 1999). Hal ini tidak terlepas dari Ilmu Psikologi yang mempelajari tentang tingkah laku dengan pengertian bahwa tingkah laku atau aktifitas itu merupakan manifestasi dari kehidupan psikologis manusia. Kemampuan melihat potensi diri dan orang lain, peluang kerja, dinamika kelompok yang terjadi, membangun kepercayaan diri, kemampuan berempati (afeksi) sampai pada kemampuan melakukan marketing yang efektif, konseling dan terapi (konasi), merupakan contoh aktifitas yang harus dikuasai oleh seorang individu sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, dalam dunia ini masih banyak dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan kemampuan Psikologi, Manajemen dan Kewirausahaan yang menekankan kepada pembentukan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan hal tersebut, sudah semestinya pendidikan di negara kita perlu diperhatikan dan diarahkan untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang optimal. Bekal ilmu Psikologi inilah yang akan mengantarkan para individu agar mampu menghadapi tantangan globalisasi, pasar bebas dan kemajuan ipteks. Pemikiran tersebut juga mendasari usaha pendirian Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta memegang peranan yang penting terhadap keberhasilan dan pencapaian tujuan pendidikan dan pembangunan nasional.

 

Visi, Misi dan Tujuan

Visi

“Menjadikan Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi Psikologi yang sejajar dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.”

Misi
  • Menghasilkan Sarjana Psikologi yang siap di dunia kerja dengan cara penyediaan fasilitas penunjang yang mendukung.
  • Memadukan ilmu psikologi,  manajemen dan entrepreneur (kewirausahaan).
Tujuan

Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta dan merupakan bagian dari pendidikan nasional, menyadari akan tugas dan kewajibannya dalam turut serta mewujudkan cita-cita nasional seperti dalam Pembukaan UUD 1945 yang antara lain untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan , penelitian dan pengabdian masyarakat. Setiap bidang tersebut akan dikembangkan secara terarah sesuai dengan pembangunan bangsa Indonesia dewasa ini dan masa yang akan datang. Dalam hal ini, Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta yang merupakan bagian sistem pendidikan nasional tetap memperoleh prioritas dan kepentingan pokok dalam membantu tercapainya cita-cita bangsa, menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera.
Tujuan Pendidikan Strata Satu (S-1) bidang Psikologi menurut acuan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional RI adalah sebagai berikut :

 

Tujuan Umum Pendidikan Psikologi Program Sarjana S-1

Tujuan pendidikan Psikologi di Indonesia adalah menghasilkan Sarjana Psikologi yang :

  • Berjiwa Pancasila
  • Memiliki integritas serta tanggung jawab ilmiah dan sosial, baik dalam tugas-tugasnya maupun pengalaman ilmunya.
  • Memiliki pengetahuan ilmiah dan teknik-teknik analisis di bidang Psikologi serta kepekaan terhadap masalah-masalah yang bersifat psikologis.
  • Cakap dan mampu membina dan mengembangkan Psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

 

Tujuan Institusional Psikologi di Indonesia

Kesepakatan tentang tujuan pendidikan Psikologi program sarjana adalah sebagai berikut:

  • Menguasai pengetahuan dasar Psikologi dan teknik pengamatan secara obyektif sehingga dapat menginterpretasikan tingkah laku manusia baik perorangan maupun kelompok menurut kaidah-kaidah Psikologi.
  • Mampu melaksanakan penelitian Psikologi.
  • Memilih dan mempergunakan dengan tepat alat-alat pemeriksaan psikologis dan menganalisis serta menginterpretasikan data individual maupun kelompok untuk memberikan pelayanan Psikologi secara profesional.
  • Menunjukkan kepekaan dan pemahaman yang bertanggung jawab terhadap nilai-nilai serta proses-proses dan masalah sosial, budaya, agama, politik dan ekonomi yang berpengaruh pada tingkah laku manusia, sehingga dapat menginterpre-tasikan tingkah laku dalam kaitannya dengan kondisi Indonesia.
  • Mengenal, menghayati dan mengamalkan kode etik Psikologi yang meliputi kode etik keilmuan, penelitian dan profesi.
  • Mampu menyusun laporan penelitian dan pemeriksaan Psikologi secara ilmiah dan profesional.

 

Tujuan Program Studi Psikologi

Tujuan pendidikan S-1 di  Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta dirumuskan sebagai berikut :

  • Membentuk tenaga profesional yang berjiwa Pancasila dan pribadi yang berintegritas dengan wawasan ketaqwaan, akhlaq dan keahlian.
  • Memiliki kemampuan yang memadai mengenai Ilmu Psikologi secara umum, baik dalam pengamatan, pendekatan dan penalaran.
  • Mempunyai kemampuan manajerial yang tinggi serta jiwa entrepreneur agar siap dengan segala perubahan.
  • Memahami dinamika psikologis manusia dalam dunia industri dengan memperhatikan aspek-aspek humanis dan orientasi bisnis.
  • Menghasilkan Sarjana Psikologi yang siap pakai di dunia industri dan organisasi dengan kemampuan intelektual dan emosional yang memadai.
Analisis Kebutuhan Pasar Kerja
Kualifikasi Kompetensi Sarjana Psikologi Yang Dibutuhkan

Pesatnya kemajuan ipteks dalam dunia industri menuntut setiap perusahaan untuk dapat tetap bertahan dalam persaingan yang ketat antar perusahaan. Hal ini tidak hanya terjadi pada perusahaan yang berorientasi pada produk tapi juga pada perusahaan yang berorientasi pada jasa. Akibatnya, akan ada pergeseran paradigma yang harus dilakukan perusahaan dalam strategi bisnisnya untuk dapat tetap bertahan dalam persaingan pasar. Pergeseran dan perubahan paradigma ini tidak hanya terjadi pada sistem manajerialnya saja, tetapi akan berimbas pula pada perubahan kompetensi sumber daya manusianya. Sementara itu fenomena yang terjadi para lulusan perguruan tinggi belum bisa menjawab tantangan dan kebutuhan pasar. Hal ini terjadi tidak terlepas dari sistem dan format pendidikan yang berlangsung dan kurang sesuai dengan kebutuhan pasar. Disisi lain format dan ritme perguruan tinggi yang ditawarkan pada saat ini tidak mampu mencetak sumber daya manusia yang memiliki kreativitas yang tinggi dan mampu mengambil celah atau peluang untuk mengoptimalkan kompetensinya, serta mereka tidak mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal.


Kebutuhan Kualitas Kompetensi Pada Masa Sekarang
           Pengembangan Sumber Daya Manusia berkualitas telah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak terelakkan, karena kemajuan suatu perusahaan ataupun lembaga tidak bergantung lagi pada berapa besar modal yang mereka miliki atau alat-alat berat serta jumlah karyawan yang banyak. Akan tetapi, lebih bergantung pada seberapa besar tingkat kompetensi karyawan pada bidang-bidang kerjanya masing-masing. Ilmu Psikologi yang mencoba memahami perilaku manusia dengan berbagai dinamikanya merupakan alternatif jawaban tentang masalah tersebut. Khususnya, dalam dunia usaha dan organisasi, dimana karyawan seharusnya menguasai Ilmu Psikologi dan mampu mengaplikasikannya dalam dunia kerja. Hal ini akan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi SDM di perusahaan tersebut. Selain itu, kemampuan manajerial yang handal dengan memposisikan diri sebagai “pemimpin” bagi setiap karyawan akan mempercepat proses berkembangnya perusahaan. Hal ini bukan berarti bahwa setiap lulusan harus menjadi karyawan dari suatu perusahaan atau lembaga, tapi kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship) sebaiknya juga dimiliki sebagai bekal kemandirian.
           Memperhatikan ilustrasi di atas, maka Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta hadir ditengah masyarakat dan anggota baru dunia pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan Sarjana Psikologi yang siap di dunia kerja dengan menguasai Ilmu Psikologi, Manajemen dan Entrepreneurship.


     Sumber Pasokan (masukan) Pasar Kerja Sarjana Psikologi

    • Jogjakarta sebagai kota pendidikan; kota pelajar, setiap tahun menyerap banyak pelajar dari seluruh Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, tingginya peminat yang ingin mempelajari dan menekuni bidang Psikologi cukup besar dan setiap tahun bertambah. Bahkan adanya satu PTN dan enam PTS yang memiliki Fakultas Psikologi di Jogjakarta, belum mampu menampung banyaknya peminat dan banyak yang harus ditolak. Sehingga banyak peminat bidang Psikologi yang harus rela mengambil bidang lain sebagai bidang yang ditekuninya. Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta ini memberikan kesempatan dan alternatif pilihan bagi mereka yang berminat memperdalam ilmu Psikologi. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi masuknya Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta dalam dunia pendidikan. Sebagai bentuk differensiasi dari Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta dengan institusi Psikologi lain

2. Kurikulum

SEMESTER I

Mata Kuliah                

SKS

Pend. Agama

2

Pend. Pancasila

2

Bahasa Inggris I

2

Filsafat Umum

2

Psikologi Umum I

3

Psikologi Sosial I

3

Psikologi Kepribadian I

3

Sosiologi Antropologi

2

Kewirusahaan I

2

Psikologi Industri & Organisasi

2

 

23

SEMESTER II

Mata Kuliah                

SKS

Statistika I

3

Filsafat Manusia

2

Psikologi Umum II

3

Psikologi Sosial II

3

Psikologi Kepribadian II

3

Psikologi Perkembangan I

3

Psikologi Faal

3

Psikologi Personalia

2

 

22

SEMSTER III

Mata Kuliah                 SKS

SKS

Pend. Kewarganegaran

2

Statistika II

3

Filsafat Ilmu & Logika

2

PSD I ; Pengantar

2

Psikologi Abnormal

2

Metodologi Penelitian I

3

Psikologi Perkembangan II

3

Psikologi Proyektif

2

Psikologi Pendidikan

2

 

21

SEMESTER IV

Mata Kuliah               

SKS

Psikologi Klinis

2

Metodologi Penelitian II

3

Bahasa Inggris II

2

PSD II : Observasi

3

PSD III : Wawancara

3

Tes Bakat

2

Ergonomika Kerja

2

Psikologi Konsumen

2

Psikologi Komunikasi

2

 

21

SEMESTER V

Mata Kuliah                

SKS

Psi. Lintas Budaya

2

Bahasa Inggris III

2

Inventori

2

Tes Inteligensi

3

Kesehatan Mental

2

Psikologi Konseling

2

Analisis Jbatan

2

Kewirausahaan II

2

Psikologi Kognitif

2

Psikologi Kelompok

2

 

21

SEMESTER VI

Mata Kuliah             

SKS

Tes RÖ dan TAT

2

Tes Grafis

2

Psikoterapi

2

Psikologi Eksperimen

3

Perilaku Organisasi

2

Kewirausahaan III

2

Seminar PIO

3

Seminar Psikologi Klinis

3

 

19

 

 

SEMSTER VII

Mata Kuliah          

SKS

Bahasa Inggris IV

2

Kode Etik Psikologi

2

Kewirausahaan IV

2

Psi. Politik

2

Seminar Psi. Sosial

3

TPS

1

KKN

3

 

15

SEMESTER VIII

Mata Kuliah                 SKS

SKS

Skripsi

6

 

6